Personal Dan Fungsional Bagian 2

Sekarang, dengan posting di medsos, semua orang bisa melihat isi rumah. “Saat posting di Instagram, Pinterest, atau Facebook, orang pasti ingin menampilkan sesuatu yang lebih artistik, unik, tidak pasaran, dan memunculkan karakteristik,” ucap Daus.

Baca juga : https://rajawalindo.com/products/jual-genset-jakarta-2/

Di Desain Serba Fungsional

Walau mengusung desain personal, bukan berarti karya yang didesain tidak fungsional. “Saya lebih suka menyebutnya inofunction, gabungan dari kata inovation (inovasi) dan function (fungsi),” ucap Daus. Sebagus apapun bentuk yang dibuat harus memiliki fungsi. Apalagi, semakin ke sini, luas hunian semakin terbatas. “Kalau tidak ada fungsinya buat apa? Desain kan dibuat bukan sekadar gaya-gayaan,” ucap Rina. Nah, di tahun 2016 mendatang, desain yang fungsional akan menjadi pakem saat mendesain. Indikasi ini terlihat dari semakin kecilnya luas hunian (rumah atau apartemen) yang dijual pengembang.

Makin Sustainable

Sesuatu yang sustainable akan semakin digemari dan ngetren di tahun 2016 mendatang. Ini tidak terlepas dari kesadaran masyarakat akan isu lingkungan terkini. “Sustainable diwujudkan melalui sikap tidak menggunakan sumber daya tak terbarukan, meminimalisasi dampak terhadap lingkungan, serta berupaya menyatukan kembali manusia dengan lingkungan alaminya,” ucap Dina.

IKEA, salah satu retail perabot rumah tangga asal Swedia, memberikan contoh cantik pengaplikasian material sustainable pada interior. Material maupun konsep desain yang mereka usung selalu menomorsatukan gagasan fungsi dan keberlangsungan. Hal inilah yang coba diterapkan oleh desainer interior tanah air.

Menurut Rina, sustainable juga memiliki arti bijak menggunakan material dan manfaatkan material lokal yang dimiliki. “Material lokal Indonesia ini sangat kaya, lho. Jika diekplorasi, hasilnya tidak kalah dengan material buatan manusia,” ucapnya. Bahkan, dengan menggunakan material lokal juga akan memberi ciri dari karya desainer Indonesia secara keseluruhan.

“Apalagi di tahun 2016 ini kita dihadapkan pada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Banyak desainer yang akan menggunakan pakem ini sebagai tren,” ucap Rina. Lantas, bagaimana jika desain yang personal, fungsional, dan sustainable ini dikaitkan dengan tren warna, motif, material, dan bentuk?

Personal Dan Fungsional

Berdasarkan hasil diskusi dengan beberapa desainer dan ditambah dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh tim, kami melihat bahwa tren desain di tahun 2016 akan mengarah ke sesuatu yang lebih personal, fungsional, dan sustainable. Apa yang membuat ketiga hal tersebut menjadi tren di tahun 2016? Tren desain interior muncul dari gejala global yang terjadi saat ini dan diprediksi akan terus berkembang serta diaplikasi masyarakat ke depannya.

Baca juga : https://rajawalindo.com/products/jual-genset-bali/

Biasanya, orang yang sangat sensitif melihat tren ke depan adalah para ahli yang berkecimpung dalam dunia tersebut. Untuk mempertajam hasil pengamatan, melakukan diskusi dengan para ahli di antaranya lea aviliani aziz, Ketua Umum Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII); Dina hartadi, Dewan Pembina HDII; rina renvile, desainer interior sekaligus pemilik konsultan desain De’Stijl Design Consultant; dan iqra Firdausy, desainer produk sekaligus pemilik Soseki Design & Build, mengenai tren desain 2016.

Lea mengungkapkan bahwa tren desain interior akan terus berkembang setiap tahunnya layaknya tren fashion. Tetapi, ia menegaskan yang terpenting bukanlah mengikuti tren yang ada, namun memanfaatkan tren itu untuk membantu mengekspresikan diri kita sebagai penghuni rumah. Lalu seperti apa tren desain interior di tahun 2016? Berikut rangkumannya.

Lebih Personal Dan Ekspresif

Setiap orang memiliki mimpi untuk tinggal di sebuah hunian dengan desain sesuai versinya sendiri. Bahkan, di tahun 2016, trennya semakin banyak orang yang tidak malu untuk menunjukkan identitas diri melalui desain rumahnya. Misalnya, jika seseorang suka dengan Lego dari kecil, dia tidak akan menyembunyikan kesukaannya itu, padahal ia sudah menikah dan punya anak. Ini juga berlaku untuk pilihan warna, motif, bentuk, dan material yang digunakan.

“Makin banyak orang yang ingin desain rumahnya tampil beda. Mereka lebih ekspresif dan ingin menunjukkan jati diri melalui desain,” ucap Lea. Daus, panggilan akrab Iqra Firdausy, menjelaskan tren desain personal ini juga dipengaruhi besar oleh media sosial (medsos) yang makin semarak. Dulu, orang yang bisa mengetahui isi rumah hanya orang terdekat.