M. SANUSI DIJERAT PENCUCIAN UANG

PENCUCIAN UANG KOMISI Pemberantasan Korupsi menetapkan Mohamad Sanusi sebagai tersangka kasus pencucian uang. Menurut KPK, bekas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra itu menyamarkan harta yang diduga hasil kejahatan melalui orang lain, termasuk familinya. ”Ada dugaan harta kekayaan MSN (Sanusi) disimpan atas nama orang lain,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Priharsa Nugraha, Senin pekan lalu.

Sanusi ditangkap setelah menerima uang suap Rp 2 miliar dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja pada akhir Maret lalu. Uang suap yang dititipkan lewat Personal Assistant Agung Podomoro Trinanda Prihantoro itu berkaitan dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Strategis Pantai Utara Jakarta di DPRD DKI. Pengacara Sanusi, Krisna Murti, tak mau berkomentar atas status baru yang ditimpakan KPK kepada kliennya. ”Sedang dibahas tim,” ujarnya. Adapun perkara suap Ariesman dan Trinanda kini disidangkan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

TITO KARNAVIAN RESMI JABAT KAPOLRI PRESIDEN Joko Widodo melantik Tito Karnavian sebagai Kepala Kepolisian RI di Istana Negara, Rabu pekan lalu. Atas dasar pelantikan itu, Tito langsung menyandang pangkat jenderal polisi. Ia menggantikan Jenderal Badrodin Haiti, yang pensiun pada akhir Juli ini. Kendati sudah dilantik menjadi Kepala Polri, Tito masih menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Tito berjanji mengajukan tiga nama penggantinya di BNPT kepada Presiden pekan depan.

”Saya tak mau sebut nama,” kata Tito seusai pelantikan. Presiden Jokowi meminta Kapolri baru berfokus pada penanganan terorisme, menjaga kekompakan dalam tubuh Kepolisian, serta melakukan reformasi secara menyeluruh dan konsisten. Menurut Jokowi, reformasi dalam tubuh Polri harus dilakukan dari hulu sampai hilir. JOKOWI ANGKAT DUA STAF KHUSUS PRESIDEN Joko Widodo mengangkat Gories Mere dan Diaz Hendropriyono sebagai anggota staf khusus barunya. Gories mengisi posisi Staf Khusus Bidang Intelijen dan Keamanan.

Adapun Diaz menjadi Staf Khusus Bidang Sosial. Sebelumnya, Jokowi memiliki empat anggota staf khusus, yakni Ari Dwipayana, Sukardi Rinakit, Lenis Kogoya, dan Johan Budi, yang merangkap juru bicara. Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan kedua orang itu langsung bekerja setelah Jokowi meneken keputusan presiden tentang pengangkatan mereka. ”Namun belum masuk kantor karena masih ditata,” ujar Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin pekan lalu.

Gories pernah menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional dan Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror. Sedangkan Diaz, anak ketiga mantan Kepala Badan Intelijen Negara A.M. Hendropriyono, kini menjabat Komisaris PT Telkomsel. Diaz juga Ketua Kawan Jokowi, organisasi relawan pendukung Jokowi pada.

Website : kota-bunga.net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *